Entah ku namai apa perasaan yang tak terkendali ini. Rasa yang pernah menggebu-gebu tetapi terkadang hilang, sunyi senyap disana. Rasa yang tak pernah kian sampai benar-benar mati. Selalu ada dan terus-menerus ada. Aku tidak tahu.
Perasaan ini terlalu kejam jika aku tidak mengendalikannya. Rasa dag-dig-dug jantung yang terlalu cepat dibandingkan denyut normalnya. Selalu seperti itu jika aku bersamamu. Iya kamu.
Kamu, kekasihku. Lebih dari tiga tahun kita masih bersama. Kamu lebih dari kekasih, kamu bisa menjadi sebagai sahabat terbaik ku, bisa menjadi kakak terbaik ku.
Aku mencintaimu, Belahan hatiku. Sangat mencintaimu.
Hari ke-18
#30HariMenulisSuratCinta


aduuhh jadi degdegan bacanyaaa
BalasHapus-Ikavuje
Aku yang nulis juga deg-degan bagus apa ngga. Hehe
BalasHapus