Tapi itu cinta ketika kita bisa melepas kehilangannya tanpa penyesalan dan menyimpan erat cinta yang ada.
Itulah cinta ~
Ketika perasaan dan logika sudah mulai berbicara .......
Aku terdiam merenung, membayangkan keadaan yang tadi ketika engkau melepasku.
Aku tak mampu berkata-kata.
Aku hanya bisa melihat dirimu, melihat wajah bersinarmu.
Air mata yang seharusnya mengalir, entah seketika membeku di mata ini.
Hatiku jatuh, hancur.
Bagaimana bisa?
Pikiranku berkecamuk didalamnya.
Terlalu banyak pertanyaan.
Aku tak sanggup.
Kasihku, ada apa?
Jiwaku seutuhnya sudah kuberikan untukmu.
Bisakah aku bertahan jika engkau, jiwaku, akan pergi melepasku?
Hati ini bahkan sudah rapuh ketika engkau mengatakannya beberapa saat lalu.
Salahkah aku hingga engkau ingin pergi?
Jelaskan dulu kasihku.
Meski hancur akan kucoba pahami jika alasanmu bisa memenuhi logikaku.
Dan jika tidak?
Aku tak akan, tak akan melepaskanmu kasihku.
Engkau untukku. Untukku.
23 Maret 2016
Siti nurhawa