Rabu, 28 November 2012

:'(

kepikiran ? pasti lah .. banget banget malah .. gimana engga . gw gatau dia kecewa apa ngga. pengen nangis lagi rasanya :(
kejujuran ....
emang lebih baik jujur walaupun kadang" jujur itu yang bikin orang lain bakal kecewa banget .. 
hmm .. gatau gw harus apa.. semua itu udah bener" gw ungkap dengan kejujuran hati, ga ada yang boong lagi . ga ada yang disembunyiin lagi , ga ada yang gw umpetin lagi ..
tinggal sekarang yang gw hadepin adalah kepercayaan dari dia nya . entah lah , pusing mikirinnya . 
coba aja kalo hidup itu bisa diulang ke yang dulu. enak kali yah :)
mimpi tapi itu mah XD ..
 
bebih bebihh,, semua nya itu udah jujur kok . ga ada yang boong .. yah meski ini muka emang rada kurang dipercaya (hehe) tapi tu apa adanya .

Kamis, 15 November 2012

Restu Mama Aldi 





Aku dan Aldi baru berpacaran dua minggu. Saat itu dia menyatakan cintanya kepadaku waktu dia mengajakku jalan-jalan. Hari ini, aku diajak bertemu dengan orangtua Aldi,pacarku. Rumah Aldi di Bekasi sana. Jauh juga dari rumahku. Sesampainya disana, aku diperkenalkan dengan Mamanya dan neneknya. Ternyata hanya Nenek Aldi yang menerimaku.
“ini siapa Al?” kata Mama nya.
“Ini pacar Aldi , Ma. Kenalin namanya Meta” Aldi memperkenalkanku dengan mamanya.
Aku mengulurkan tangan. Tetapi mama Aldi mengabaikanku lalu masuk kedalam rumah. Aku memandang Aldi. “Mama kamu ga suka Al” aku coba tersenyum walau agak sakit hati.
Aldi hanya tersenyum “Jangan dimasukkan ke hati yah. Mama aku memang begitu. Ayo, kita jalan-jalan” ajaknya. Aku mengangguk.
                                                        *******
Esoknya ketika aku baru bangun tidur, aku melihat ada sms dari Aldi.
      “Maaf Ayank, sebaiknya kita putus aja ya. Mama aku ga setuju. Aku terus-terusan di maki-maki sama Mama Aku. Aku masih sayang sama kamu tapi keadaanya yang bikin aku terpaksa kayak gini. Maaf ”
Aku tersentak membaca sms darinya. Dan tanpa sadar aku menangis.
                                                        *******
Sejak saat itu aku rajin merawat diri, menurangi berat badanku, berusaha tampil lebih menarik dibandingkan aku yang sekarang. Teman-temanku juga membantuku karena mereka tahu penyebab aku putus dengan Aldi. Sampai tiga tahun kemudian,
“Sekarang , gw mau ngedata dulu ya. Kelompok-kelompok PPL siapa aja. Takutnya ada yang ga kebagian di kelas kita “ kata Fahri, ketua kelas 6F. Fahri, ketua kelas dikelasku ingin mendata kelompok PPL. Karena sedikit lagi masuk semester 7, kami semua harus mengikuti Praktek Pelatihan Lapangan atau yang biasa disebut PPL.
“Siapa dulu nih?”lanjutnya.
Ai mengangkat tangannya “ Akuu, terus Nisa, Rita, Eko, Yogi, Amel, Nana sama Ruru”.
Reva lalu menyuruhku mengangkat tangan “Iya Revaa.  Gw nih ketu. Terus sama Ara, Reva, Fitri, Ranu, Ika, Putri teruuss ….. sama siapa Va ?” Tanyaku seolah tidak tahu siapa lagi.
“udah sebutin aja. Pake malu-malu”ledek Reva.
Aku merengut “zzzzz. Sama Aldi om”
“Cieeeeeeeeeeeeeeeeee. . . . . . “ Spontan anak-anak sekelas. Aku melengos.
“Eh eh … udah lama banged yah si Meta sama Aldi ga satu kelompok” ledek Fahri. “Apaan sii ….” Kataku kesal.
Untungnya orang yang dimaksud absen. “Alhamdulillah ..”batinku
                                        *****
Keesokannya, kami sepakat bertemu untuk mengunjungi ke sekolah tempat kami PPL jam 8 pagi. Ternyata hanya Aku, Fitri, Ranu dan Aldi yang datang. Reva, Ara , Ika dan Putri tidak datang. Akhirnya aku dan yang lain memutuskan untuk pulang.
“Aldi, tolong anterin temen gw nih” ledek Ranu.
“Ayo met, bareng aja nih sama temen gw. Dia mau kok” kata Rian yang langsung berbalik kearah aku. Rian yang senyum-senyum ga jelas meledek,  spontan aku langsung berdiri lari ke arah Rian lalu mencubit pahanya. “Adoh, adoh “ teriak Ranu.
“Pacar lo nih Fit, rese bener” kataku yang mengadu pada pacarnya Ranu, si Fitri.
“Hahaha, udah  jitak aja met. Gw ikhlas lahir batin kok” tanggap Fitri yang juga tertawa geli melihat aku diledek pacarnya.
Aldi yang tidak menanggapi dengan serius ledekan Ranu, dia hanya tertawa lalu naik motornya dan menarik gas meninggalkan kami bertiga.
Kami bertiga termangu.
“Biasa Met. Masih labil dia” kata Ranu . “ Biarin aja. Gw ga ngambil pusing deh” kataku tenang walaupun hati ku kesal dan menggerutu.
“Cuma bareng sampe sono aja bener-bener gamau. Dasar cowo aneh” kataku dalam hati.
Fitri dan Ranu memutuskan untuk pulang. Akhirnya tinggal aku sendiri disini yang juga memutuskan untuk pulang.
                                                        *******
Sudah memasuki bulan Januari, aku dan teman yang lain sudah mulai melakukan PPL. Di sekolah swasta ini, aku mendapat bagian mengajar siswa jurusan akuntansi. Fitri, Rian dan Reva mendapat bagian untuk penjualan. Putri, Ara, dan Ika mengajar di bagian multimedia. Dan sialnya Aldi sama denganku, bagian akuntansi. Huft.
Hari ini, aku dan teman yang lain datang ke sekolah itu untuk mendapat bimbingan dari guru-guru disana. Aku mendapat guru bimbingan yang sama dengan Aldi.
Saat bimbingan, kami hanya diam sampai guru bimbingan tersebut selesai menjelaskan apa yang harus aku dan Aldi lakukan.
“ Heii, kita main dulu yuk habis ini” ajak Ranu saat semuanya sudah berkumpul di kantin.
“Ayo, kebetulan ada motor empat nih. Pas banget” sambung Reva.
“Gw sama Reva” kata Ara cepat.
“Gw sama Ika” lanjut Putri. Aku kalah cepat.
“Trus gw ?”dengan tampang memelas menunjuk diri sendiri karena sisanya hanya motor Aldi.
“Yah, pake nanya. Sama Aldi dong Meta sayang. Kalo gw kan udah jelas sama Ranu” kata Fitri meledek.
Aku manyun.
Aldi menoleh ke arahku. “Yaudah ayo. Tapi jangan meluk-meluk gw loh nanti” katanya.
“Idih lagian siapa yang mau meluk lo “celetukku.
“Udah udah. Ayo kita berangkat”
Kami pun berangkat. Aku dibonceng Aldi, sekilas teringat masa-masa waktu aku masih pacaran sama Aldi. Berangkat kuliah, pulang kuliah, main bareng sama anak-anak di kost Bang Adi, jalan-jalan dama dia. Sangat senang aku waktu itu. Tetapi itu sudah berlalu.
Tidak lama kemudian, kami sampaidi tempat tujuan, Dunia Fantasi.
“Yeyyyy,, ayo cepet. Ga sabar gw mau naik wahana nya” kata Reva tidak sabar.
Mereka pun langsung menuju tornado. “Eit. Pada mau naik ini ? tanyaku
“Iyaaaaaa” kata Ranu, Ika, Putri, Ara, Fitri, Reva kompak, kecuali Aldi. “Emang lo gamau?”Tanya Ranu.
“hehe. Ga berani. Nyali gw ciut di ketinggian”kata ku jujur. “Lo juga ga naik? Tanya Rani ke Aldi.
“Ga juga. Trauma gw naik ini” jawabnya. “Yaudah jagain Meta ya”kata Ranu meledek.
Aku dan Aldi melirik satu sama lain, lalu membuang muka. Aku akhirnya menunggu sambil memfoto anak-anak yang lain yang naik Tornado. Tiba-tiba Aldi datang dan duduk disampingku.
“Ini minum” kata Aldi mengulurkan sebotol minuman . aku menerimanya “Makasih “
Kami hanya diam sampai anak-anak yang lain selesai naik Tornado. Aku teringat dulu setelah putus. Saat itu, aku mencoba menegurnya karena kupikir hubungan putus , pertemanan tidak berarti harus putus juga. Tetapi saat itu, dia tidak menanggapinya sama sekali. Dari itu aku mulai tak suka dengan dia.
“ayo kita naik Bianglala” ajak Ika yang membuyarkan lamunanku.
“Ayo deh” kata Ara yang lalu menarik tanganku. Kami mengantri, pada waktu gilran kami naik. Ternyata maksimal untuk naik adalah 6 orang. Saat itu, tinggal aku dan Aldi yang tertinggal. Akhirnya, Aku dan Aldi naik yang berikutnya.
“Ciee. Celebek celebek nih” ledek Ara, mereka pun lalu tertawa.
Lagi-lagi aku hanya merengut. Entah berapa lama, kami hanya diam. Tiba-tiba Aldi bicara “kok lo diem aja ?”tanyanya.
Aku menoleh “ Emang disuruh ngapain?”
“Ajak ngomong gw kek atau apa gitu” jawab dia ketus. “Emang mau banged ya?”tanyaku lagi dengan nada menyindir. “Ya teserah lu sih” jawab dia makin ketus mungkin makin kesal karena aku jawab seperti itu. Aku tertawa. Aldi hanya melengos.
“Nanti kalo gw ajak ngomong lo duluan. Lo diem aja kayak dulu” sindirku.
Dia menoleh” Lo lagian ga punya perasaan banged sama gw. putus sama gw, jadian sama anak sekelas juga”
Aku tersenyum “ Waktu itu gw bingung. Lo nya juga udah ngeyakinin banged kalo kita ga mungkin lagi sama-sama. Soalnya kan udah masalah orangtua. Ya kan ?”tanyaku
“Iya sih. Tapi kan dikit aja gitu ngertiin perasaan gw waktu itu. Sakit tau”
Aku tersenyum lagi “ Iya maaf. Tapi seengganya juga jangan begitu banged lu sama gw. kayak ga kenal, padahal sekelas. Kenal , tapi diem-dieman aja. Sekarang kan udah berlalu, itu Cuma masa lalu. Terus-terusan lu ungkit sampe sekarang sih. Terus masa iya gw masih di benci terus” jelasku tanpa melihatnya. Aku melihat pantai yang terlihat jelas karena kami tepat berada di atas.
Bianglalanya berhenti, mungkin pengunjung lain sedang naik. Hal ini yang paling kutakuti, berada di ketinggian. Tiba-tiba Bianglalanya bergoyang. Aku yang kaget tanpa sadar memegang tangan Aldi karena takut.
“Eh maaf” kataku yang sadar karena memegang tangannya dan langsung menarik tanganku. “Gw takut tinggi soalnya” lanjutku yang masih pucat.
“Iya gapapa” katanya yang juga kaget mungkin karena aku memegang tangannya.
Jam 7 sehabis maghrib kami pulang dengan rasa lelah dan perasaan senang. Aldi menawarkanku untuk mengantar sampai rumah. Tetapi aku menolaknya. Karena rumahnya yang sangat jauh, kasihan jika pulang terlalu malam.
                                        *******
Hari ini Aldi mengajakku bertemu di taman Kampus jam 8. Entah ada urusan apa dia tiba-tiba mengajakku bertemu hari ini.
“kamu mau balik sama aku lagi ga ?” katanya tiba-tiba yang baru datang dari arah belakang.
Aku menoleh dan termangu. Kaget karena kata-katanya barusan , ini mimpi atau emang khayalan. #eh sama aja ya. Tetapi tak ada lelucon sepertinya saat aku melihat wajahnya.
“Meta, kok bengong sih” katanya
“Eh iya” tanpa sadar aku mengucapkan iya padanya.
                                        *******
Tak terasa sudah sebulan berjalan aku bersama Aldi, namun  Aku dan Aldi belum ada keberanian untul bertemu lagi dengan orangtuanya. Sampai pada hari ini . . . . .
“Besok kerumahku yuk”ajak Aldi
“Kerumah kamu ? apa orang tua kamu nanti senang liad aku ? waktu itu kan dia nentang kita Ay” kataku padanya.
“Kita coba lagi yah. Besok kamu harus tampil cantik. Oke ?” dia tersenyum.
“Oke deh” kataku mengacungkan jempol. Senyumannya memberi ku semangat untuk bertemu orang tua nya lagi.
Keesokannya, aku berusaha untuk tampil lebih baik. Aku memakai Jeans warna hitam dan memakai kaus putih yang aku masukkan ke dalam celana jeansku. Memang simple sekali sih. Rambut kubiarkan terurai. Lalu aku membawa brownis yang kubuat semalam.
“Buat ca-mer gw nih. Hehe” kataku dalam hati. Diterima atau tidaknya di keluarganya, aku hanya pasrah yang penting aku sudah berusaha.
SEMANGAT !!!!
Aldi sudah sampai dirumahku. Setelah minta ijin dengan keluargaku, aku pun berangkat.
“Kamu bawa apa nih? Tanya nya saat di perjalanan.
“Ada deh” kataku sambil tersenyum.
“Kira-kira gimana yah reaksi Mama kamu Ay” lanjutku.
“kita berdoa saja yah” usulnya.
“Iya. Aku takut kalo Mama kamu ga suka lagi sama aku” kataku. Tak sadar air mataku keluar, mengingat masa lalu waktu Mama Aldi tidak suka pacaran denganku.
Ternyata Aldi tahu aku menangis, dia melirik dari kaca spionnya .
“Kamu kenapa? Tanyanya setelah memberhentikan motornya di pinggir.
Aldi mengusap air mataku, dia mengerti kalau aku sedang mengingat masa lalu waktu kita hubungan ini ditentang. “Sudah, yang penting kita berusaha dulu yah. Jangan nangis dong, nanti jadi jelek kan” hiburnya.
Aku mengangguk, mengusap air mataku.
                                        ******
Tidak lama kemudian, kami sampai di depan rumahnya. Pernah sekali waktu itu aku ketempat ini. Hatiku jadi tidak menentu rasanya. Ada rasa takut dan senang.
Aldi mengacungkan tinju ke udara tanda kata semangat darinya. Aku membalasnya “Yeaaah” kataku.
“Assalamualaikum” kata Aldi lalu masuk kerumahnya. Aku disuruh duduk terlebih dahulu di teras rumahnya.
Tidak lama, Aldi dan Mamanya keluar. Aku bangun lalu menyalami Mamamya.
“Kayaknya tante pernah liat” celetuk Mama Aldi.
“Memang pernah Ma. Dulu waktu Aldi masih semester satu” jawab Aldi. Aku hanya tersenyum.
“Oh iya Mama ingat. Sekarang cantik yah”puji Mama Aldi. “Makasih Tante” jawabku.
AKu melirik Aldi, tersenyum senang. “Yasudah, Tante tinggal masak dulu yah”
“Oh iya . Ini buat Tante” kataku mengulurkan kue brownis kepadanya.
Mama Aldi tersenyum dan berterimakasih lalu masuk ke dalam. Aku dan aldi tersenyum lagi. Senang karena sambutan dari mama nya sangat baik. Tidak sama seperti dulu. Akhirnya, aku mengobrol dan bercanda dengan Aldi dan keluarganya. Senangnya aku diterima di keluarga ini dengan baik .
                                        ********
Dan sampai saat ini, empat tahun berlalu sudah. Akhirnya aku menikah dengan Aldi. Dan tidak lupa dengan restu dari orangtuaku juga dari orangtua Aldi. Aldi dan aku sangat senang karena usaha kami dahulu ternyata tidak sia-sia. Semoga pernikahan kami bertahan sampai kami nanti tiada. Aaamiin .




Senin, 12 November 2012





"G" banyak arti .... 
"G" banyak kenangan .... 
"G" banyak pengorbanan .....
"G" banyak segalanya ....




 
They will never be forgotten until the end, wherever, whenever and however ...


Selasa, 06 November 2012

what's on my mind ?








model UNINDRA .... ^^





model-model UNINDRA :D






selalu eksis tiap hari meski lagi di kampus. :)
 
Ekspression from my Heart Blogger Template by Ipietoon Blogger Template