Hai mantan si pacar, apa kabar ? masih ingat sama aku ? dulu yang kamu selalu hina dan caci maki. Berteriak Jalang atau apalah di timeline media sosial kepunyaanku. Ah entahlah, aku tidak mengerti dengan kepribadianmu itu. Jalang berteriak jalang. Lebih Jalang mana aku dibanding kamu ?
Ketika itu pacarku yang dulu menjadi pacarmu adalah orang yang terus kamu sakiti. Lalu ketika ia pergi dan mendapat yang lain, kenapa engkau marah ?. Tidak terima ? Oh iya masih terlalu sayang ya? Kasihan. Pacarmu yang sekarang milikku, bukan sepenuhnya kesalahan diriku yang kau anggap aku merebut nya darimu, aku terlalu jalang karena merebut pacarmu. Untuk apa merebut pacarmu sedangkan dulu rasa suka pun tidak ada pada diriku. Halah, memang wanita Jalang sepertimu selalu tidak pernah bercermin. Aku ingat ketika dulu masih berteman lewat media sosial kepunyaanmu. Kamu selalu berteriak "Percuma cantik kalau kelakuannya minus" atau "Dasar Perek" atau juga "ih cantik-cantik omongannya jelek banget". Melihat itu aku hanya tertawa. Inilah wanita yang tidak punya akal pikiran. Kasarnya "Ngga punya Otak".
Sampai tidak berapa lama, aku mendengarmu sudah menikah dengan selingkuhannmu. Syukurlah, Tidak akan ada lagi yang mengganggu aku dan pacarku. Tapi ternyata salah, kamu masih saja mengganggu. Ah wanita jalang ini.
Kamu mengirim pesan lewat media sosialku, bertanya kabar lalu berkata rindu dengan pacarku. Dia berkata pacaran sampai 5 tahun tidak akan semudah itu hilang rasa sayangku. Lalu aku peduli ? Aku mengerti jika 5 tahun pacaran lalu pisah, pasti masih ada rasa sayang atau rindu. Tapi kamu tidak memikirkan perasaan suamimu bagaimana? .Jika kamu wanita dewasa tidak akan ada waktu untuk memikirkan sisa rasa sayang atau perasaan rindu pada mantan pacarmu. Kamu sudah memilih menikah dengan suamimu, sekarang dia yang menjadi pemimpinmu, yang kamu hormati.
Pikirlah baik-baik.
Entah ini dendam atau rasa kesal saja, aku ingin selalu mencabik-cabikmu. errrrr....
Kesal pada perkataanmu dulu, semua yang kamu ucap, semua gangguan darimu.
Tapi saat dulu aku memutuskan untuk memblokirmu dari media sosialku dan pacarku, Aku saat ini tenang. Biarkan kita mengurus hidup masing-masing. kita punya kehidupan sendiri. Berusaha asyiklah dengan kehidupanmu sendiri, jangan suka mengusik orang lain. Belum tentu dirimu juga senang jika diusik oleh orang lain. Itu pesanku.
Berubahlah hei mantan si pacar.. Salam damai dariku :))
Hari ke-3
#30HariMenulisSuratCinta


0 komentar:
Posting Komentar